Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Saturday, November 29, 2008


Idul Adha 1429 H, Jatuh Pada Hari Senin, 8 Desember 2008
Berdasarkan informasi dari Haramain Syarifain: Dzulqa’dah digenapkan 30 hari, sehingga 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Sabtu 29 November 2008. Wukuf di Arafah jatuh pada hari Ahad 7 Desember 2008. Dengan demikian maka hari Raya Idul Adha 1429 H jatuh pada hari Senin 8 Desember 2008.
Khutbah Idul Adha 1429 H Berkorban Demi Tegaknya Islam
KHUTBAH IDUL ADHHA 1429 H
BERKORBAN DEMI TEGAKNYA ISLAM
Allahu Akbar 3x Walillahil Hamd
Kaum Muslim rahimakumullah:
Hari ini, umat Islam di seluruh dunia telah disatukan oleh Allah sebagai satu umat. Mereka merayakan hari Raya Idul Adhha bersama-sama sebagai umat Islam, bukan sebagai bangsa Arab, Afrika, Eropa, Amerika, Australia maupun Asia. Mereka merayakan hari agung dan suci ini sebagai satu umat, yang diikat oleh akidah yang sama, yaitu akidah Islam. Dan diatur dengan hukum yang sama, yaitu hukum Islam.
Namun sayangnya, kesatuan mereka sebagai umat ini hanya sesaat. Sebab, begitu mereka selesai mengerjakan shalat Idul Adhha, kesatuan itu pun sirna. 1,4 milyar umat Islam yang kini tengah merayakan Idul Adhha itu pun kembali menjadi buih, dan tidak berdaya menghadapi penistaan demi penistaan yang terus menghampiri mereka.
Lihatlah, untuk menjaga kehormatan dan kesucian Nabi Muhammad dan keluarga baginda, yang terus-menerus dihina dan dinistakan saja mereka tidak mampu. Paling-paling mereka hanya bisa mengutuk, mengecam, memprotes atau menuntut agar penguasa negeri kaum Muslim itu menyeret dan mengadili pelakunya. Tetapi, apakah seruan itu pernah didengarkan? Tentu saja tidak. Karena para penguasa mereka tidak pernah menjadi penjaga agama mereka. Tidak pernah menjadi pembela kehormatan Nabi mereka. Bahkan, menjadi penjaga wilayah mereka sendiri pun tidak. Sebaliknya, mereka malah bahu-membahu dengan kaum Kafir penjajah agar bisa menduduki dan menguras kekayaan alam negeri-negeri mereka.
Lihatlah, andai bukan karena bantuan para penguasa yang berkhianat kepada Allah, Rasul-Nya dan seluruh umat Islam, tentu AS dan sekutunya tidak akan bisa menduduki Irak dan Afganistan. Israel juga tidak akan bisa terus-menerus mengangkangi tanah suci Palestina, yang diberkati oleh Allah. Pakistan juga tidak bisa diobrak-abrik dan diobok-obok oleh AS; sehingga AS, dengan leluasa menjalankan operasi penculikan dan pembunuhan orang-orang yang dianggap bisa mengancam eksistensinya. Allahu akbar.
Pertanyaannya, sampai kapan kondisi ini akan terus begini? Apa yang menyebabkan kondisi umat yang dinyatakan oleh Allah sebagai umat terbaik ini begitu menyedihkan?; sampai seluruh kehormatan mereka dinodai di depan mata mereka, siang dan malam, mereka pun tak kuasa membelanya.
Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd
Kaum Muslim rahimakumullah:
Kondisi ini sudah diisyaratkan oleh baginda Rasulullah saw. Dalam sabdanya, 14 abad yang lalu, baginda menyatakan:
“Nyaris saja umat-umat itu mengerumuni kalian sebagaimana mereka mengerumi makanan di atas nampan. Ada yang bertanya, ‘Apakah karena jumlah kita yang saat itu memang sedikit?’ Baginda Nabi menjawab, ‘Tidak. Justru kalian ketika itu jumlahnya banyak, tetapi kalian ibaratnya seperti buih yang diombang-ambingkan gelombang. Allah benar-benar akan mencabut dari dada-dada musuh kalian perasaan segan terhadap diri kalian. Sementara Allah benar-benar akan tanamkan ke dalam benak kalian penyakit wahn.’ Ada yang bertanya, ‘Apakah penyakit wahn itu, wahai Rasulullah?’ Baginda menjawab, ‘Mencintai dunia, dan takut akan kematian.’” (H.r. Ahmad dan at-Tirmidzi)
Penyakit wahn inilah yang menjangkiti umat Islam, sehingga mereka kehilangan haibah (wibawa), sebaliknya mereka justru menjadi penakut dan pengecut. Bandingkan dengan sikap generasi emas terdahulu, sebagaimana yang ditunjukkan oleh sikap Khalid bin Walid terhadap Hurmuz:
“Amma ba’du, masuk Islamlah kamu, maka kamu pun akan selamat. Aku telah mengikatkan jaminan untuk dirimu dan kaummu. Aku juga telah menetapkan jizyah. Jika kamu tidak mau, maka jangan sekali-kali menyesal, kecuali meratapi dirimu sendiri. Aku sungguh telah membawa kepadamu suatu kaum yang lebih mencintai kematian, sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”
Allahu Akbar, itulah rahasia kekuatan dan haibah (wibawa) pasukan Khalid bin Walid, generasi emas yang pernah dilahirkan oleh baginda Rasulullah saw. Inti dari kekuatan mereka adalah kesediaan mereka untuk berkorban. Mengorbankan apa saja yang mereka miliki; harta, keluarga, bahkan jiwa dan raga mereka. Dengan pengorbanan itulah mereka begitu menikmati kematian, sebagaimana orang-orang Kafir menikmati kehidupan. Tidak ada rasa takut dan gentar sedikit pun.
Mengapa kematian itu begitu mereka rindukan? Karena, di sanalah mereka mendapatkan kebaikan di sisi Rabb-nya, jannah an-na’im (surga dengan segala kenikmatannya). Pandangan mereka nun jauh ke akhirat; pada surga dengan segala kenikmatannya, dan neraka dengan segala adzab dan siksanya, itulah yang menghidupkan hati mereka, yang membentuk ketakwaan dan ketaatan mereka kepada Allah SWT.
Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd
Kaum Muslim rahimakumullah:
Kisah Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail —’alaihima as-salam— dihadirkan oleh Allah kepada kita untuk menjadi ibrah, bagaimana ketataan seorang Ibrahim dan Ismail kepada Tuhannya; yang membuat mereka dengan suka-rela mengorbankan milik mereka yang paling berharga. Ibrahim bersedia menyembelih putranya, sementara Ismail dengan rela, tanpa keberatan sedikit pun, bersedia disembelih oleh ayahandanya tercinta. Ini semua, dilakukan demi membuktikan ketaatan mereka kepada Tuhannya.
Apakah fragmen seperti ini hanya ada di dalam kisah-kisah al-Quran? Ataukah pernah ada dalam kehidupan nyata umat Islam? Ternyata, fragmen seperti itu juga telah ditunjukkan dalam kehidupan nyata umat terbaik ini. Adalah Muhaishah, sahabat Rasulullah saw. yang mengikuti perintah baginda untuk membunuh seorang Yahudi dalam sebuah peperangan. Yahudi yang dibunuhnya itu tak lain adalah pedagang yang biasa memberi pakaian kepadanya. Kakak Muhaishah, yang belum memeluk Islam, yaitu Huwaishah marah kepada Muhaishah, adiknya, seraya memukul dan menghardiknya, ”Apakah kamu membunuhnya? Demi Allah, makanan di dalam perutmu itu berasal dari hartanya.” Muhaishah pun menjawab, ”Demi Allah, sekiranya orang yang memerintahkan aku untuk membunuhnya, memerintahkan aku untuk membunuhmu, pasti aku akan penggal lehermu.” Huwaishah bertanya lagi dengan nada heran, ”Demi Allah, kalau Muhammad memerintahkan kamu membunuhku, kamu akan membunuhku?” Muhaishah menjawab dengan tegas, ”Benar.” Padahal, mereka adalah kakak-beradik. Allahu Akbar. Inilah manifestasi ketaatan yang mereka tunjukkan. Inilah ketaatan generasi emas para sahabat Rasulullah saw.
Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd
Kaum Muslim rahimakumullah:
Jika pada yaum Nahr (hari berkurban) ini, menyembelih hewan kurban di tanah suci bagi jamaah haji, pahalanya oleh Allah dihitung sebanyak tiap helai bulunya, maka bagaimana dengan pengorbanan total yang kita berikan kepada Allah sebagai manifestasi dari ketaatan kita dalam perjuangan untuk mengembalikan kehidupan Islam?
Jika hari ini, jamaah haji yang tengah mengenakan pakaian ihram harus rela menahan sengatan panas matahari, sejak di Arafah, Muzdalifah sampai ke Mina, dengan keringat dan bau badan yang mengalir dari tubuh mereka, dan terhadap semuanya itu mereka dilarang untuk menutup kepala dan memakai wangi-wangian, karena kelak Allah akan membangkitkan mereka sebagai orang yang memenuhi panggilan-Nya (mulabbiyah). Jika karena ketaatannya, jamaah haji mendapatkan kemuliaan yang luar biasa, maka bagaimana dengan para pengemban dakwah, yang menghabiskan waktunya untuk berdakwah, berjalan di bawah terik matahari, siang-malam hidupnya untuk melakukan kontak dakwah, hari-harinya dihabiskan di perjalanan, hartanya pun habis dibelanjakan di jalan Allah, tentu mereka akan mendapatkan kemuliaan yang jauh luar biasa. Karena mereka bukan hanya menjalankan ketaatan untuk diri mereka sendiri, sebagaimana jamaah haji, tetapi ketaatan yang juga bisa ditebarkan kepada orang lain. Itulah kehidupan para pengemban dakwah. Pantaslah, jika karena jerih payahnya itu, apa yang mereka lakukan dinyatakan oleh Nabi lebih baik daripada terbitnya matahari dan bulan. Allahu Akbar 3x.
Inilah buah dari pengorbanan yang lahir dari ketaatan, ketakwaan dan pandangan jauh ke akhirat itu. Orang-orang yang taat ketika dipanggil oleh Allah, Rabb mereka, mereka pun menjawab:
”Hamba datang memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah, hamba datang memenuhi panggilan-Mu. Hamba datang memenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
Bagi mereka, tidak ada kata lain, kecuali: Sami’na wa atha’na; kami dengar, dan kami taat. Mereka tidak lagi memilih-milih, karena tidak lagi ada pilihan bagi mereka di hadapan perintah dan larangan Allah, kecuali patuh. Allah berfirman:
”Dan tidaklah layak bagi orang Mukmin laki-laki maupun bagi orang Mukmin perempuan, jika Allah dan rasul-Nyat telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) dalam urusan mereka. Barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Q.s. al-Ahzab [33]: 36)
Allahu Akbar 3x wa Lillahil hamd
Kaum Muslim rahimakumullah:
Marilah kita jujur, apakah sikap kita sudah seperti itu? Apakah kita telah memiliki ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya? Sudahkah kita mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya dalam setiap perintah dan larangan-Nya?
Ketika Allah memerintahkan kita shalat, kita segera melaksanakannya. Ketika memerintahkan kita berpuasa, kita juga segera melaksanakannya. Ketika kita dilarang memakan Babi, kita pun segera meninggalkannya. Lalu, mengapa ketika Allah memerintahkan kita untuk menerapkan hukum-hukum-Nya, kita abai? Mengapa ketika Allah memerintahkan kita melaksanakan sistem ekonomi berdasarkan hukum-hukum-Nya, kita tidak menunaikannya? Begitu pun ketika Allah memerintahkan kita melaksanakan sistem pemerintahan berdasarkan hukum-hukum-Nya, kita tidak melaksanakannya? Bukankah kita tahu, bahwa hanya dengan hukum-hukum-Nya kehidupan kita akan menjadi lebih baik, dan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat? Bukankah kita juga tahu, bahwa tanpa sistem pemerintahan Islam yang mampu mempersatukan umat, yakni Khilafah Islamiyah, umat ini menjadi lemah dan hina? Mereka tidak berdaya membela kehormatan mereka.
Mengapa dan mengapa, seruan-seruan Allah itu tidak segera dilaksanakan? Di manakah keataan total kita kepada Allah SWT, yang menciptakan kita, dan yang menghidupkan dan mematikan kita? Layak kah dengan sikap seperti itu kita mendambakan kemuliaan dan kehormatan. Layak kah dengan sikap seperti itu, kita menjadi umat yang disegani oleh kawan dan lawan? Bukankah dengan sikap seperti itu, kita justru telah menghinakan diri kita sendiri.
Lihatlah, kondisi politik, ekonomi, militer, sosial, budaya dan semua bidang kehidupan umat Islam saat ini. Semuanya dalam kondisi yang terpuruk. Kehidupan mereka dikuasai, dikontrol, disetir dan dijajah oleh musuh-musuh mereka. Kita hanya jadi pengekor yang tunduk dan patuh kepada orang-orang Kafir penjajah. Lihatlah, berapa ratus triliun rupiah telah dihabiskan untuk melaksanakan sistem demokrasi, yang nyatanya tidak membawa kebaikan bagi kehidupan mereka. Lihatlah ide-ide HAM, liberalisme, sekularisme, kapitalisme, dan segala isme-isme yang lain, yang jelas bertentangan dengan Islam, justru diterapkan oleh umat ini, karena mengekor orang-orang Kafir penjajah? Kita rela tunduk dan patuh kepada musuh Allah, Rasul-Nya dan orang Mukmin, sebaliknya rela mengkhianati Allah SWT dan Rasul-Nya. Jadilah kita umat yang hina. Terpuruk dalam kenistaan, kemiskinan, dan kebodohan. Jadilah kita korban keserakahan mereka hingga nyawa pun tidak ada harganya. Nyawa umat Islam begitu murah. Justru ketika Nabi telah menitahkan dalam Haji Wada’:
”Sesungguhnya darah kalian, harta dan kehormatan kalian adalah merupakan kemuliaan bagi kalian, sebagaimana kemuliaan hari ini, di bulan ini dan di negeri ini.”
Tapi, lihatlah apa yang terjadi di Palestina, Irak, Afghanistan, Kashmir, Moro, Pattani dan tempat lainnya menjadi bukti. Yang lebih menyedihkan lagi adalah kita masih tetap bergelimang dalam murka-Nya, karena dosa-dosa kita. Inilah kondisi terburuk umat Islam sepanjang sejarah.
Allahu Akbar 3x wa lillahil hamd
Kaum Muslim rahimakumullah,
Marilah kita tengok kondisi kaum Muslim di dalam negeri. Di negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini, hanya tersisa banyaknya jumlah saja. Bagaimana mungkin kita bangga sebagai Muslim kalau melarang dan membubarkan Ahmadiyah yang jelas sesat dan kafir saja tidak bisa? Apa yang tersisa dari identitas Islam kita, kalau melarang pornografi dan pornoaksi saja tidak bisa? Orang menikah dengan cara yang sah diteriaki, dihujat dan dikriminalkan; sementara orang yang berzina dan kumpul kebo dibiarkan. Ketika anak gadis kecil menikah, dipersoalkan karena dianggap mengambil haknya sebagai anak, tetapi ketika seorang perempuan rela hidup serumah tanpa tali pernikahan, tidak pernah dikatakan dilanggar hak keperempuan, hak keisterian dan hak pernikahannya. Inilah paradok perjuangan para pejuang HAM dan aktivis feminis. Belum lagi problem kemaksiatan lain, seperti korupsi, pembunuhan tanpa hak, perjudian, narkoba, suap, pemurtadan, praktik ekonomi ribawi, politik oportunistik yang tumbuh sebagai kejahatan sistemik. Maksiat yang terbesar adalah ditinggalkannya syariah Islam sekaligus diterapkannya hukum Kufur hingga menjadikan semua kaum Muslim di negeri ini telah maksiat berjamaah. Seolah kita pun tidak takut lagi, bahwa fitnah itu akan menyapu bersih siapa pun yang hidup di negeri penuh maksiat ini, tanpa kecuali, sebagaimana yang diingatkan oleh Allah:
”Takutlah kalian terhadap fitnah yang sekali-kali tidak hanya akan menimpa orang yang zalim di antara kalian saja. Ketahuilah, sesungguhnya Allah Maha Keras siksa-Nya.” (Q.s. al-Anfal [08]: 25)
Allahu Akbar 3x walillahil hamd.
Kaum Muslim rahimakumullah.
Kita telah menyaksikan semuanya itu dengan mata kepala kita. Belum cukupkah semua keburukan dan kehinaan ini mendera kita? Masihkah kita berharap pada keburukan dan kehinaan lain yang lebih buruk lagi? Padahal Allah telah menjadikan kita umat paling mulia. Lalu di manakah kemuliaan kita sekarang?
Tidak ada lagi solusi bagi semua kehinaan dan kesengsaran kita itu, kecuali dengan kembali kepada Islam, dengan menerapkan Islam secara kaaffah. Itulah yang menjadi penentu kemuliaan kita, sebagiamana dahulu Rasulullah saw. dan para sahabatnya —radhiyallahu ’anhum— telah meraihnya. Demikian pula khulafaur rasyidin, dan generasi-generasi setelahnya.
Wahai kaum Muslim, kini Allah memanggil kita, menuntut ketaatan total kita kepada-Nya. Ketaatan itu menuntut kita untuk berkorban; mengorbankan apa saja yang kita miliki demi menggapai ridha-Nya. Hanya dengan pengorbanan demi ketaatan itulah, kita akan meraih kembali kemuliaan hidup kita, baik di dunia maupun di akhirat. Dan, itu semua, wahai kaum Muslim, hanya bisa diwujudkan jika hidup kita diatur dengan syariah-Nya di bawah naungan Khilafah Rasyidah ’ala Minhaj an-Nubuwwah.
Inilah saatnya kita berkorban. Tampil ke depan membawa panji-panji Islam. Berjuang dengan segenap daya dan kemampuan menyonsong kemengan yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hari ini kita diperintahkan berkurban, yang semestinya menjadi ibrah, dalam memberikan pengorbanan klita yang lain. Tidak hanya berhenti pada penyembelihan kambing, sapi, atau unta. Namun pengorbanan harta, waktu, jiwa dan raga kita demi tegaknya agama Allah di muka bumi. Ingatlah, wahai kaum Muslim, bahwa untuk itulah Nabi bersumpah tidak akan pernah mundur walau selangkan, sampai Islam menang atau baginda saw. binasa:
”Demi Allah, andai saja mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.” (Hr. Ibn Hisyam)
Karena itu pula, Rasulullah saw. tidak sekadar menyampaikan risalah, tetapi juga menerapkan risalah itu dalam kehidupan nyata, sehingga baginda dinobatkan sebagai Kepala Negara Islam pertama. Negara yang baginda wariskan itulah yang disebut sebagai Khilafah, dan kepala negaranya, disebut dengan Khulafa’ (jamak dari Khalifah). Namun sayang, negara itu kini telah tiada, setelah dihancurkan oleh kaum Kafir penjajah, Inggris dan sekutunya, bekerjasama dengan Kamal Attaturk, la’natu-Llah wa al-malaikah wa ar-Rasul wa an-nas ajma’in.
Padahal, dengan Khilafah itulah kaum Muslim pernah hidup mulia. Dunia pun aman, damai, dan sejahtera di bawah naungannya selama puluhan abad. Kini, setelah Khilafah tidak ada dan dunia tengah menghadapi krisis global, Khilafah pun menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh umat manusia. Karenanya, Khilafah bukan saja cita-cita perjuangan kaum Muslim, tetapi juga seluruh umat manusia. Di saat kapitalisme sudah berada di ujung tanduk, maka kembalinya Khilafah sudah di depan mata. Sekarang tinggal kita; apakah kita akan menjadi pejuang atau pecundang? Menjadi pejuang, atau sekadar menjadi penonton? Sesungguhnya, penerapan syariah dalam naungan Khilafah, merupakan kewajiban setiap Muslim, sekaligus merupakan wujud mengurbanan hakiki kita dalam meraih kemuliaan dan keridloan Allah SWT.
Akhirnya, marilah kita berdoa semoga Allah SWT memberi kita kesabaran dan kekompakan, serta memungkinkan kita berperan penting dalam upaya menegakkan dan memperjuangkan negara Khilafah. (www.faqihsyarif.com)

Wednesday, November 26, 2008

Langkah Awal Meraih Sukses = HIT


Langkah Awal Meraih Sukses = HIT
Oleh. N.Faqih Syarif H

Sobat, jika hidup banyak dirundung ketakutan, langkah sukses akan benar-benar terhenti!! Maka bagaimana langkah Awal Meraih Sukses? Ingat, tidak ada langkah keseribu tanpa ada langkah yang pertama. Demikian juga dalam hal meraih sukses.Sukses itu apa? Sukses adalah suatu perjalanan bagaimana kita menciptakan nilai tambah diri kita ,tidak hanya untuk diri-sendiri tapi untuk keluarga dan bagi sesama serta untuk meraih kebahagiaan di dunia maupun di akherat. Adapun untuk meraihnya pasti tidaklah mudah tetapi bukan berarti tidak bisa kita raih asal ada kemauan keras dan usaha yang optimal maka berbuahlah menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa.
Langkah awal untuk meraih sukses adalah HIT. Apa itu HIT? Bukankah HIT adalah salah satu merk obat anti nyamuk? Bukan HIT itu pastinya. Tapi HIT yang dimaksud adalah H ( Hancurkan penghalang baik yang tampak atau yang tidak tampak ), Mana yang paling bahaya dan sulit dihadapi ,penghalang yang tampak atau penghalang yang tidak tampak? Justru yang paling berbahaya dan sulit dihadapi adalah penghalang yang tidak tampak bahkan ini akan menjadi gembok mental yang akan menjadi batu hambatan yang cukup besar untuk meraih kesuksesan. Diantara gembok-gembok mental itu adalah :
1. Depresiasi diri ; belum mencoba udah bilang tidak bisa, tidak mungkin atau dengan kata lain ”sulit” menjadi kosa kata yang banyak disebut dan diucapkan berulang-ulang.
2. Dalih Usia : Yang udah tua bilang, saya khan udah tua biar yang muda-muda aja yang berkarya.
3. Dalih kesehatan : Saya ndak mungkin sukses saya khan cacat, buntung kaki saya,dll.
4. Dalih Inteletual : Saya Cuma lulusan S3 ( SD,SMP, SMA saja) mana mungkin sukses
5. Dalih Nasib : Ya sudah, ini khan udah nasib saya.

Sobat, kalau kita takut berikhtiar, lebih banyak bersantai, berleha-leha, dan bersenda gurau- adalah bagian dari kebodohan. Seorang muslim tidak boleh menggunakan dalil takdir atau nasib untuk santai dan bermalas-malasan. Jangan sampai yang datang kepadanya adalah kemudharatan sehingga benar-benar menjadi orang yang celaka. Na’udzubillah.
Siapa orang yang menang dalam berikhtiar ? Orang yang mencintai pekerjaannya; orang yang menikmati pekerjaannya; orang yang mengalami perbandingan lurus antara kerumitan kerja dan pertambahan ilmu; orang yang fokus pada pekerjaannya, fokus pada keahlian yang dimilikinya; orang yang bekerja semata mencari ridha Allah Swt; orang yang bekerja senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.
Adapun HIT berikutnya I adalah Impianmu tuliskanlah, tetapkan serta tempel di tempat-tempat yang sering anda lihat, setiap anda mau berangkat kerja,kuliah ketika anda melihatnya maka akan jadi motivasi.
Bagaimana menetapkan suatu Impian? Syarat yang harus dipenuhi untuk menulis impian:
1. Tertulis
2. SMART : Specific; Anda harus jelas mengenai apa yg anda inginkan.Pikiran bawah sadar tidak bisa menjalankan perintah yg tidak jelas.Measurable; Impian anda harus terukur. Dengan demikian, anda akan tahu kapan impian anda telah tercapai.Achievable;Impian anda harus dapat anda raih.Reality- based ; Impian anda harus masuk akal. Jika tidak, pikiran bawah sadar akan menolaknya.Trackable ; Impian anda dapat dilacak.Anda dapat mengetahui kemajuan yg anda lakukan dalam upaya pencapaian impian anda.
3. Seimbang : Hidup yang seimbang adalah hidup yang baik. Jangan hanya mengejar uang, tapi mengabaikan aspek lain seperti spiritual, mental, dan hubungan antar keluarga.
4. Ada Alasan emosional : Alasan yg bersifat emosional jauh lebih kuat daripada alasan logis. Alasan emosional akan memunculkan suatu motivasi dari dalam diri-sendiri yg tak pernah lekang oleh waktu. Motivasi ini akan melecut semangat anda sampai berhasil mencapai impian anda
5. Ada Batas waktu : Kalau tidak ada batas waktu, lalu kapan impian itu ingin anda capai?
6. Diingat setiap hari : Mengapa harus diingat setiap hari? Karena akan berfungsi sebagai program yang mendorong semangat dan motivasi anda.

Adapun HIT berikutnya adalah T artinya Tingkatkan terus valensi diri, kapasitas dan skill kita. Diantaranya langkah-langkah praktisnya adalah sebagai berikut : Tingkatkan standar kerja, hidupkan daya cipta dalam keseharian, terus belajar dan ajarkan pada orang lain, tetapkan standar valensi lebih tinggi dan lakukan setiap aktivitas yang dituntut oleh standar valensi yang lebih tinggi tersebut, berani ambil resiko, makin tinggi resikonya,makin besar upaya anda untuk sukses dan makin cepat perkembangan valensi anda, bergaul-lah dengan orang yang bervalensi tinggi, berpetualanglah dalam lingkungan yang belum anda kenal sebelumnya, nikmati dan kuasai semua unsur pembentuk valensi anda yang baru. Insya Allah dengan melakukan HIT ini merupakan langkah awal untuk meraih sukses memang ini adalah salah satu bagian tersulitnya selanjutnya akan lebih mudah. Don’t Give Up!!!
( www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Tuesday, November 25, 2008

Orang Yang Menang dalam Ikhtiar


Rasulullah Saw. bersabda : "Engkau akan menemukan seorang mukmin itu bersungguh-sungguh pada apa yang mampu dilakukannya dan merasa sedih atas apa yang tidak mampu dilakukannya."(HR. Ahmad)
Sobat, siapa Orang yang Menang dalam Ikhtiar?
1. Orang Yang mencintai pekerjaannya.
2. Orang yang menikmati pekerjaannya.
3. Orang yang mengalami perbandingan lurus antara kerumitan kerja dan pertambahan ilmu.
4. Orang yang fokus pada pekerjaannya, fokus pada keahlian yang dimilikinya.
5. Orang yang bekerja semata mencari Ridha Allah Swt.
5. Orang yang bekerja senantiasa bersyukur kepada Allah Swt.
Sobat, seorang muslim tidak boleh menggunakan dalil takdir atau nasib untuk santai dan bermalas-malasan. Jangan sampai yang datang kepadanya adalah kemudharatan sehingga benar-benar menjadi orang yang celaka. Na'udzubillah.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Monday, November 24, 2008

Pesta Demokrasi = Pestanya rakyat atau Pestanya Elite politik?


Pesta Demokrasi = Pestanya rakyat atau Pestanya Elite politik?
Oleh. N.Faqih Syarif H

Pemilu merupakan hajatan besar lima tahunan yang diongkosi triliunan rupiah dari uang rakyat dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Belum lagi Pilkada yang dilakukan di seluruh kota/kabupaten dan propinsi di seluruh Indonesia. Coba Anda bayangkan berapa trilyun, ada 473 pilkada ambil aja tiap pilkada 200 M diambil dari APBD, belum dana yang dikeluarkan masing-masing calon katakan minimal 3 M kalau tiap daerah ada 3 Calon berapa trilyun yang harus dikeluarkan untuk pesta demokrasi ini. Pemilu pun sering diistilahkan dengan pesta rakyat. Padahal kenyataannya, yang menuai hasil adalah para politisi dan pejabat. Kita semestinya bertanya, akankah perubahan ke arah yang lebih baik terjadi dengan adanya Pemilu atau sebaliknya? Sebagai Muslim, kita pun mesti bertanya, apakah Pemilu dalam sistem demokrasi dibolehkan atau sebaliknya?
Menurut para pakar politik, Pemilu adalah pesta demokrasi, pestanya rakyat; karena demokrasi merupakan cerminan dari aspirasi rakyat untuk memilih para wakilnya yang duduk di parlemen, sekaligus untuk memilih pemimpin yang diidam-idamkannya. Wakil-wakil rakyat itulah, katanya, yang menjadi penyambung lidah rakyat; dan pemimpin yang terpilih itu pula yang menjalankan kehendak dan keinginan rakyat menuju masyarakat dan negara yang demokratis. Lalu, apa benar bahwa para wakil rakyat itu menjadi lidah penyambung aspirasi rakyat? Apa benar pula sang pemimpin yang terpilih menjalankan kehendak rakyatnya? Kenyataan justru berbicara lain. Alih-alih membela kepentingan rakyat, para wakil rakyat dan pemimpin yang terpilih selama ini justru lebih banyak mengagendakan kepentingan pribadi, keluarga, atau paling banter partainya. Rakyat sendiri, habis manis sepah dibuang.
Akan tetapi, apa alasannya itu sehingga kita berlepas diri? Tentu saja bukan. Kita yang mengaku Muslim – yang menaati Allah Swt dan Rasul-Nya, serta yang menjadikan Al-Quran dan As-Sunah sebagai rujukan dalam seluruh aspek kehidupan – harus memperhatikan beberapa kenyataan berikut ini:
Pertama, demokrasi merupakan sistem kufur yang dibangun berdasarkan pemisahan agama dari kehidupan. Seluruh perkara di dalam demokrasi berasal dari – dan ditujukan pada – manusia, bukan dari dan bagi Allah Swt. Manusia diangggap sebagai sumber tasyri’ (perundang-undangan). Merekalah yang mengeluarkan peraturan terhadap seluruh urusan kehidupan mereka, dengan metode yang mereka pilih. Hal ini merupakan bentuk kekufuran kepada Allah dan bertentangan dengan akidah Islam secara total. Allah Swt berfirman :

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam”(TQS al-A’raf[7]:54).

Demokrasi sama artinya dengan mengabaikan otoritas Allah Swt, dan Rasul-Nya sebagai Syari’ (Pembuat hukum), dan digantikan oleh manusia (rakyat) sebagai pihak yang berdaulat. Ini sesuai dengan prinsip sekularisme (pemisahan agama dengan urusan kehidupan; pemisahan agama dengan arena politik; pemisahan agama dengan urusan-urusan dunia) yang selama ini dipropagandakan dan dijalankan oleh peradaban Barat yang kafir. Wajar jika negara-negara Barat selalu men-support jargon-jargon demokrasi dan mendorong Pemilu yang demokratis (menurut mereka). Dengan demikian, pesta demokrasi hakikatnya adalah pesta kekufuran yang melibatkan rakyat seluruh negeri.
Kedua, sebagian parpol Islam yang terlibat dalam Pemilu mengatakan bahwa kaum Muslim mampu mencapai penerapan hukum Islam melalui jalan usulan penerapan syariat di parlemen. Pandangan ini tidak bisa diterima. Sebab, hal ini berarti tidak menjadikan Islam sebagai asas karena Islam adalah din yang wajib kita terapkan, tetapi karena diterima oleh mayoritas masyarakat. Itu jika pandangan orang-orang yang mempropagandakan penerapan Islam untuk menjadi mayoritas di parlemen bisa ditoleransi. Namun kenyataannya, sistem (pemerintahan) kufur di dunia Islam tidak mentoleransi hal itu. Sistem demokrasi memang menghendaki adanya orang-orang yang mengangkat syiar-syiar Islam di parlemen sebagai bentuk permainan peran oposisi, untuk menyempurnakan pentas demokrasi, dan menampakkan adanya pluraritas seluruh kelompok-kelompok politik dalam setiap keputusan yang mereka ambil. Seandainya parpol Islam berhasil seluruhnya dalam pemilihan, mereka tetap tidak akan berhasil mencapai jumlah yang diminta untuk menerapkan Islam di suatu negeri. Bagaimana hal itu terjadi, sementara mereka sendiri telah bersumpah sebelum masuk (menjadi anggota) parlemen untuk menjaga undang-undang dasar yang ada?! Kenyataan yang ada membuktikan bahwa keberhasilan partai-partai politikyang mengangkat syiar-syiar Islam, seperti yang ada di Turki, adalah setelah mereka memberikan jaminan (garansi) terhadap para penguasa untuk tetap menjaga sekularisme di negara itu. Jika hal itu tidak dilakukan, tentu saja mereka tidak diijinkan untuk mengikuti Pemilu. Bukti nyata atas hal itu adalah apa yang terjadi di Aljazair.
Ketiga, banyak parpol Islam yang bersemangat untuk terlibat dalam Pemilu membenarkan perbuatan mereka, dengan dalih, kita tidak ingin membiarkan lapangan ini untuk orang-orang yang tidak bertakwa; dan kami memilih orang yang lebih baik (salih) untuk aktivitas tersebut. Apa jadinya, menurut mereka, apabila pemerintahan dan kekuasaan dikuasai oleh orang-orang kafir, orang-orang zalim, munafik, dan fasik? Saya mengatakan kepada mereka, yang mengatakan itu, bahwa memilih yang lebih baik bisa dilakukan terhadap perbuatan yang direstui oleh Islam. Namun, jika perbuatan itu diharamkan, bahkan keharamannya amat besar di sisi Allah, yaitu bersandar pada selain syariat Allah, maka tidak dibolehkan memilih yang lebih baik (Sali) atau pun yang tidak baik untuk itu. Orang-orang yang salih lagi bertakwa tidak akan mengajukan diri mereka menjadi wakil dari manusia dalam hal pembuatan hukum-hukum selain Allah!
Apakah kita ridha diri kita dan saudara kita terjerumus kedalam pesta kekufuran ini??? (www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Friday, November 21, 2008

Tips Mencapai Pengetahuan yang Menakjubkan

Tips Mencapai Pengetahuan yang Menakjubkan
Oleh. N. Faqih Syarif H
Sobat, kehidupan yang sukses dibangun di atas dasar yang kuat. Awal yang bagus untuk membangun dasar tak tergoyahkan dalam kehidupan kita adalah pada tiga pondasi :
1. Berpikir; putuskan dengan tepat apa yang anda inginkan.
2. Bertindak; lakukan saja sekarang!
3. Bersikap Persisten ; Terus lakukan hal itu.
Pertama, luangkan waktu untuk berpikir dan memutuskan dengan tepat apa yang anda inginkan dalam kehidupan Anda. Mantapkan keinginan itu dengan seluruh hati dan kembangkan dengan gairah yang membara untuk mewujudkannya. Putuskan denga tepat hasil-hasil apa yang anda inginkan. Selanjutnya ambil tindakan dan jadikan kebiasaan menunda-nunda sebagai musuh anda, dengan menyibukkan diri dengan tugas-tugas di tangan Anda. Jadilah orang yang mengutamakan hasil. Jadilah orang yang berusaha mencapai hasil dengan antusias, dan hadapi masalah, tantangan serta kesempatan dengan energi dan semangat yang telah diperbaharui. Dan Akhirnya, teruslah berusaha dan tetaplah mengambil langkah-langkah kecil, yang pada akhirnya akan membawa Anda pada kesuksesan yang Anda cari. Ingatlah sobat, bahwa tidaklah penting seberapa cepat Anda melangkah ke depan, selama Anda selalu melangkah maju menuju pencapaian tujuan Anda.
Sobat, ada beberapa tips agar Anda bisa mencapai pengetahuan yang menakjubkan :
· Luangkan waktu anda untuk membeli kaset, CD atau VCD berbagai program peningkatan valensi dan pengembangan diri dengan harga yang terjangkau. Dengarkan dan lihat Kaset,CD atau VCD tersebut dengan menyediakan setiap waktu dan tempat.
· Beli buku karya penulis kebanggaan anda, bacalah dalam bidang yang berkaitan dengan pekerjaan, motivasi dan pengembangan diri. Sekurang-kurangnya dua puluh menit sehari, bahkan pada tingkat tertentu lebih lama lagi.
· Ikuti seminar, setidaknya dua kali dalam setahun.
· Pelajari bahasa yang belum anda kuasai sebelumnya. Pelajari 3-5 kata baru setiap hari. Dengan cara seperti itu, selam setaun tingkat wawasan anda tentang bahasa tersebut akan sangat memuaskan.
· Buat target yang akan anda capai agar anda bisa menjadi orang terampil dalam bidang spesialisasi yang anda geluti. Dengan kemauan sendiri, anda dapat bekerja selama 8 jam sehari demi keberlangsungan hidup anda. Setiap jam kerja lembur yang anda habiskan akan menjadi investasi untuk masa depan anda dan pengembangan bagi potensi anda.
· Bangun setengah jam sebelum jadwal yang anda tentukan. Gunakanlah waktu itu sebagai saat untuk menemukan gagasan baru dan catatlah setiap gagasan baru yang terlintas dalam pikiran anda. Lakukanlah suatu aktivitas yang merangkum semua gagasan anda tersebut dan mulailah melakukan semua gagasan tersebut yang dapat memudahkan anda untuk mewujudkan target yang ingin anda capai.
· Bawa selalu buku catatan kecil dan pulpen di kantong anda. Catat semua gagasan yang terlintas di benak anda karena ia merupakan anugerah dari otak anda.
· Tanyakan pada diri anda sendiri dengan pertanyaan,”Apa yang telah saya lakukan hari ini untuk meningkatkan kualitas hidup saya?”
· Sebelum tidur, anda perlu melakukan hal-hal berikut : “Tanya diri Anda, apakah anda telah memanfaatkan haria anda itu dengan sesuatu yang mengesankan?”. Bila anda diberi kesempatan untuk hidup pada hari berikutnya, hal apakah yang akan anda lakukan dengan metode yang berbeda daripada sebelumnya?”. Minta keadaan bawah sadar anda untuk mencari berbagai metode baru guna meningkatkan kualitas pengetahuan anda.
Sobat, cobalah terapkan tips di atas maka Insya Allah anda akan memperoleh wawasan dengan kualitas yang sangat tinggi. Lakukan pekerjaan yang memang mesti anda lakukan, niscaya anda akan meraih kesuksesan. Anda juga akan termasuk orang hebat yang jumlahnya hanya ada 3% di dunia. Terapkan Tips ini guna meraih kesuksesan yang anda harapkan dan anda pun akan berada dalam situasi hidup yang sangat berkualitas. Amin. (www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Don't Give Up Dalam belajar

Don’t Give Up dalam Belajar
Oleh. N.Faqih Syarif H
Sobat, dunia begitu cepat berubah, dan banyak hal diganti oleh sesuatu yang sama sekali baru. Perubahan sturktur sosial, perubahan tren, perubahan teknologi, perubahan peta persaingan, banyak juga menghilangkan bisnis tertentu. Karyawan terkena imbasnya. Ratusan ribu jenis pekerjaan lebih mengandalkan mesin, computer dan teknologi daripada keterampilan tangan manusia, sehingga semakin banyak bidang usaha yang semakin sedikit memerlukan tenaga manusia. Akibatnya banyak orang tidak bisa bekerja dan menjadi pengangguran. Di tengah arus perubahan besar itu, maka kita menghadapi 4 C yaitu Critis,Competition,Challenge dan Change. Untuk dapat bertahan hidup saja diperlukan upaya keras untuk selalu belajar dan memiliki pikiran terbuka, apalagi untuk kaya raya dan Berjaya. Oleh karena itu kita harus lebih banyak dituntut untk terus belajar dan membuka pikiran terhadap apa yang terjadi di dunia. Kita dituntut untuk belajar dari yang terbaik di dunia. Dan ketika zaman berubah, kita harus terus belajar agar mampu berubah, mengikuti atau bahkan memimpin kemajuan zaman.
Bagaimana cara belajar yang efektif?
Pertama, Belajar dari pengalaman ( learning by doing) adalah proses belajar yang paling berkesan. Kita akan jauh lebih ingat kalau kita mengalami.
Kedua, belajar melalui proses menganalisis, berpikir dan menyimpulkan
Ketiga, belajar secara langsung dari mentor atau pembimbing. Ini yang menurut Mr. Tung Desem Waringin cara yang paling cepat dan mudah. Saran beliau :
• 80% waktu belajar kita harus kita pakai untuk belajar dari orang yang terbaik di bidang yang hendak kita pelajari, baik melalui seminar, workshop, bimbingan secara formal, atau informal, secara pertemanan.
• 20% waktu yang kita alokasikan untuk belajar kita pakai untuk belajar dari siapa pun termasuk dari orang yang gagal.
• 80% waktu yang kita alokasikan untuk belajar harus kita pakai untuk mempelajari bidang di mana kita ingin sukses. Coba anda bayangkan, jika kita belajar setiap hari 2 jam mengenai sebuah bidang dalam waktu 2 Tahun, kita akan menjadi master dalam bidang tersebut, dan dalam 5 tahun kita akan menjadi ahli setingkat Doktor dalam bidang tersebut.
• 20% waktu yang kita alokasikan untuk belajar harus kita pakai untuk mempelajari bidang apa pun, termasuk bidang yang tidak kita sukai, untuk membuka pikiran kita.
Cara ke-empat, belajar secara tidak langsung dari buku, kaset, internet, dsb. Ini adalah cara belajar yang membuat kita mendapatkan paling banyak. Coba anda perhatikan pengarang buku yang bermutu rata-rata sudah berumur 30-50 tahun waktu menulis bukunya. Dan Ingat ketika mereka menulis, pengalamannya yang sudah sekian puluh tahun itu ikut mewarnai tulisannya. Kalau misalnya kita anggap rata-rata orang menulis buku berumur 35 tahun. Itu berarti bahwa satu buku senilai dengan 35 tahun pengalaman orang. Ketika saya membaca 1000 buku, pembelajaran saya setara dengan nilai 35.000 tahun pengalaman orang.
Sobat, pikiran itu ibarat parasut. Dia Akan berguna bagi kita kalau terbuka. Buka pikiran Anda dengan mendengarkan pengalaman orang sukses yang bis anda peroleh dengan cara ikut seminar, mendengarkan rekamannya, membaca buku-bukunya, dan bergaul dengan mereka. Dan apabila kita ingin belajar sampai ahli terhadap sesuatu bidang tertentu gunakan jurusnya Mr. Tung: Belajar dari yang terbaik, larut sepenuhnya dan lakukan pengulangan dengan ada jeda.
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Next home

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co