Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM.

Ikuti Program Kami tiap hari Kamis jam 17.00 s.d 18.00 Talkshow di Radio SMART FM 88.9 FM."Sukses Bisnis bersama Kekuatan Spirit Tanpa Batas"

Kumpulan Kisah Teladan

Simak kisah teladan yang penuh inspirasi yang akan membuat hidup anda lebih semangat lagi.

Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah

Hanya dengan kembali tegaknya Khilafah Islamiyah, dunia ini kembali menjadi indah.

Fikrul Mustanir

Membentuk pribadi yang selalu menebar energi positif di dalam kehidupannya.

Karya-karya kami

Kumpulan karya-karya kami yang sudah terjual di toko buku Gramedia, Toga Mas dan lain-lain.

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah
Bergabunglah dengan Rumah Tahfidz Daar ar-Rahmah

Sang Spiritual Motivator

Sang Spiritual Motivator
Photo Mr.Faqih Syarif

Umrah dengan 1/2 Harga

LiburanMurah.co

Monday, July 17, 2017

Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup !



Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup !
Orang-orang Arab pada zaman jahiliah adalah golongan yang tidak berperadaban.Namun setelah mereka memeluk agama Islam, cara hidup  mereka berubah sehingga  mereka berhasil  membangun sebuah peradaban yang gemilang.  Kegemilangan peradaban itu karena Al-Qur’an dan Islam.

Sobat, maka jika kita ingin cemerlang dan kegemilangan peradaban kita, jadikan Qur’an sebagai landasan dan pedoman hidup. Sumber ilmu yang paling penting bagi umat Islam adalah Qur’an. Kecermelangan tidak dapat  dipisahkan dari  Qur’an  karena Qur’an  adalah petunjuk. Tanpa  petunjuk manusia  akan sesat  dan menyimpang.

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,” (QS. Al-Israa’(17) : 9 )
Allah  memberi sifat Qur’an  sebagai  petunjuk  yang aqwam. Imam Qurtubi di dalam tafsirnya Jamik li ahkam Al-Qur’an beliau menjelaskan, “Kalimat aqwam  maksudnya jalan yang paling benar, paling adil dan paling tepat.” Mereka yang  menjadikan Qur’an sebagai sumber rujukan , maka kesejahteraan dan ketenangan  akan menaungi mereka.
Sobat, saat ini sayangnya sebagian besar  kaum muslimin menjadikan Qur’an  sebagai  “kitab berkah” mereka hanya  membaca Qur’an  untuk mendapatkan  berkah, tidak lebih dari itu. Sikap  seperti ini  ditegur Allah dalam surah Al-baqarah ayat 121

“orang-orang yang telah Kami berikan Al kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[1], mereka itu beriman kepadanya. dan Barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Baqarah (2) : 121)
Abdullah bin Mas’ud menjelaskan, “Demi Allah maksud membaca kitab dengan bacaan yang sebenarnya adalah  menghalalkan  apa  yang  dihalalkan, mengharamkan apa  yang diharamkan, membaca seperti kitab tersebut diturunkan Allah, tidak  mengubah qalam Allah dari tempatnya, dan tidak menakwilkan ayat-ayatnya  secara tidak benar.” ( Said, Hawa, Al-Asas fit Tafsir )
Sobat, Abdullah  bin  Mas’ud berkata, “ Barang siapa  yang  menghendaki  Ilmu  pengetahuan, hendaklah dia  membaca  Qur’an. Di dalamnya  terdapat  ilmu  orang-orang  terdahulu  dan  yang kemudian.”
Abu Hurairah  berkata,  “Sesungguhnya, jika  di dalam  rumah  dibaca Qur’an, maka  akan lapang penghuni rumah tersebut. Banyak kebajikan  di dalam rumah itu, dan akan  datang para malaikat ke rumah itu dan akan keluar  syetan dari rumah itu. Sebaliknya, rumah yang penghuninhya  tidak  membaca Qur’an, maka rumah itu akan mendatangkan  kesempitan bagi penghuninya. Di samping itu kebajikan akan berkurang, para malaikat akan keluar, dan syetan akan masuk ke dalam  rumah itu.”
Sobat. Sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib ra berkata, “ Tiga perkara  yang akan menambah kesehatan badan dan menghilangkan dahak, yaitu menggosok gigi, berpuasa  dan  membaca Qur’an.”

Sobat, Sebuah riset dan penelitian modern Dr Ahmed El Kadi Klinik Akbar di Panama City Florida USA. Beliau  mengadakan penelitian  tentang dampak  mendengarkan bacaan Qur’an  terhadap  denyut jantung, tekanan darah, saraf dan otot. Beliau menemukan siapa saja pasien yang mendengar bacaan Qur’an baik dia muslim atau nonmuslim  ternyata mengalami  perubahan fisiologi positif  dalam diri mereka. ( Islamic Perspectives in medicine, Dr. Shahid Athar).
Sobat, ternyata Qur’an tidak hanya  dikagumi oleh  orang Islam. Qur’an juga dikagumi oleh orang nonmuslim. Bahkan sebagian dari mereka  yang bukan Islam  ini mempelajari  kemudian  memeluk agama Islam setelah  mengkaji dan memahami  maksud ayat-ayat Qur’an. Subhaanallah !
Ingatlah Sobat. Islam tidak  menjadi penguasa dunia dengan cara magic. Hal  tersebut di dapat karena Rasulullah Saw para sahabat  menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, memiliki perencanaan yang  strategis dengan didukung modal Takwa  dan Tawakkal. Nabi Muhammad Saw mendidik umatnya  sampai berhasil  menghasilkan banyak  perencana dan ahli  strategi agung  yang mengagumkan dunia. Para ahli strategi  ini  berhasil membawa Islam  menguasai  dunia  atau  menjadi a global  champion  dalam waktu singkat.

Ingatlah sobat, roda kehidupan kita  akan menyimpang  tanpa adanya rel. Dan rel  itu adalah Syariat. Jadikan  diri kita individu yang paham syariat  untuk mengenal syariat, kita  memerlukan Ilmu. Dan Al-Qur’an lah sumber Ilmu dan petunjuk utama bagi manusia sehingga rahmatan lil ‘aalamin bisa dirasakan dan dinikmat seluruh umat manusia dan alam semesta.
( Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si  Penulis Buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )


[1] Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al kitab sekehendak hatinya.

Tuesday, July 11, 2017

Jagalah Allah, maka Allah menjagamu !

Jagalah Allah, maka Allah menjagamu.
“Berkah adalah manfaat dunia dan akherat. Maka seorang yang diberkahi lagi penuh berkah, ke mana pun dia pergi dan di mana pun dia bertempat, pasti akan mendatangkan manfaat dunia dan akherat bagi arah yang dituju, daerah yang didiami, dan orang-orang yang mengitari.” Ibnu Qayyim Al-Jauziah

Sobat, Rasulullah pernah bersabda, “ Jagalah Allah, niscaya Dia menjagamu.” Berarti mulailah dengan menjaga perintah, larangan, batasan dan hak-hak-Nya, sehingga Dia pasti menjagamu dari kepentingan dunia yang melelahkan jiwamu sampai kamu menyia-nyiakan kepentingan akhirat.

Jagalah hak Allah itu artinya pertama, engkau melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan santun serta tunduk. “Kami mendengar dan kami taat” itulah ciri orang mukmin terhadap perintah Tuhan-Nya. Kedua, menjauhi larangan-larangan-Nya ; Allah melarangmu berbuat ini dan itu, maka janganlah kau kerjakan dan janganlah kau masuk ke dalamnya serta janganlah bertindak durhaka kepada-Nya dan jangan sampai Allah melihatmu melakukan larangan-Nya. Ketiga, engkau membuat pembatas dan dinding yang tidak mudah dilewati antara dirimu dan apa yang diharamkan Allah. Batas-batas Allah adalah apa yang diizinkan Allah, maka janganlah engkau melewatinya. Batas juga berarti hal-hal yang diharamka. Makna yang terpenting adalah bahwa kita harus berhenti pada batas-batas Allah dengan tidak melanggar batas yang diizinkan menuju apa yang di larang.

Sobat, orang-orang yang menjaga batas-batas Allah itu mendapat pujian Allah dalam kitab-Nya :
    •   •              
32. Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada Setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya)
33. (yaitu) orang yang takut kepada Tuhan yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan Dia datang dengan hati yang bertaubat,
34. masukilah syurga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. ( QS. Qaf (50) : 32-34 )

Sobat, mereka adalah orang-orang menjaga perintah-perintah Allah dan orang-orang yang menjaga diri terhadap dosa-dosanya dengan selalu bertobat.
Salah satu sebab Allah menjaga hamba-Nya ialah sang hamba menjaga kepala dan perutnya. Menjaga kepala mencakup juga menjaga pendengaran, penglihatan, dan lidah dari hal-hal yang haram. Menjaga perut dan isinya mencakup menjaga hati dari keinginan melakukan hal haram, seperti dengki, tipu daya, panjang angan-angan terhadap dunia, melampaui batas, munafik, dan penyakit-penyakit lain, seperti ujub, mengikuti nafsu dan berbuat jahat kepada makhluk. Penyakit hati sangatlah banyak, melebihi penyakit tubuh sobat!

Sobat, barangsiapa yang menjaga anggota tubuhnya dari maksiat kepada Allah, niscaya Allah menjaganya. Diantara sebab penjagaan Allah adalah Iman kepada-Nya, agama-Nya, dan taat kepada-Nya.
Rasulullah Saw bersabda, " Barangsiapa menjaganya-yakni sholat lima waktu , sholat-sholat itu menjadi cahaya, penolong dan penyelamat baginya pada Hari Kiamat ". ( HR. Ahmad )
•    • •   
128. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. An-Nahl (16) : 128 )

Qatadah menafsirkan, “ Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah bersamanya, dia telah ditemani oleh kekuatan yang tidak terkalahkan, penjaga yang tidak pernah tidur dan pemberi petunjuk yang tidak pernah tersesat.”

Sobat, termasuk jagalah hak Allah adalah kita mencintai dan bergaul serta berguru kepada orang-orang yang dicintai oleh Allah mereka itulah orang-orang sholeh. “Ya Allah, kami memohon cinta-Mu, dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu, serta cinta kepada apa jua yang mendekatkan kami pada-Mu.”

Sobat, orang-orang sholeh yang kita bersamai, menjaga kita dalam kebaikan dengan teladannya, pengetahuannya, nasihat-nasihat, dan doa-doanya. Merekalah manusia yang kesibukannya asyik memperbaiki diri. Hatinya terjaga dalam dzikir, diamnya muhasabah, bicaranya dakwah, duduknya majelis ilmu, berjalannya jihad fi sabilillah. Lisannya terbiasa berbincang mesra dengan Allah; maka ia terjaga dari melaknat dan mengumpat, menggunjing dan mencela, serta meleceh dan berlucah. Maka terhadap orang sholeh ini; ambillah ilmunya, simaklah nasihatnya, dan mintalah doanya.

Semoga kita terus istiqomah memantaskan diri menjadi hamba-hamba-Nya yang sholeh dan layak mendapatkan syafaat dari baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Salam Dahsyat dan luar biasa ! Allahu Akbar !
( Spirutual motivator – DR. N. Faqih Syarif H, Penulis buku The Power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )

Thursday, June 15, 2017

Meniti Jalan yang lurus



Meniti  Jalan yang lurus
Sobat, kisah terbaik adalah kisah  yang berliku-liku. Cerita terbaik  adalah hidup yang berwarna-warni. Jalan lurus  itu diikat  oleh satu hakekat yakni beribadah  hanya  kepada Allah satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya. Bahwa di dalamnya ada  nestapa dan derita, ia hanya penggenap  bagi kebersamaan dan cinta. Bahwa di dalamnya  ada kehilangan dan duka, ia hanya penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada  pedih dan  siksa, ia hanya  penyempurna bagi rasa nikmat  dan mulia.

Sobat, penjelasan tentang jalan  yang lurus itu dalam surat al-fatihah itu berada di ayat berikutnya. Jalan lurus itu adalah , “Jalan orang-orang  yang telah Kau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kau murkai, dan bukan pula jalan  mereka yang sesat.” Siapa orang –orang yang diberi nikmat oleh Allah dijelaskan dalam QS an-Nisa’ (4) : 69  yaitu para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang 
  
“ dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin[1], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.(QS 4:69)

Sobat, Al Qur’an membentangkan sepanjang 113 surat setelah Al-Fatihah  untuk memaparkan kepada kita  jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu. Ialah jalan Adam dan Hawa; jalan Nuh, jalan Hud, dan Shalih. Jalan Ibrahim; hingga Ya’qub sekeluarga. Jalan Musa dan saudaranya; jalan Dawud dan putranya; Jalan Ayyun dan Yunus; jalan Zakariyya  dan Yahya, serta Maryam dan Isa. Jalan yang indah itu sesekali ditingkahi jalan  mereka yang dimurka dan sesat; jalan Iblis dan Fir’aun hingga  Samiri dan Qarun.
Sobat, cerita kehidupan Nabi Adam  hingga Nabi Isa  itulah jalan menuju keberkahan hidup. Kisah mereka bertautan, melahirkan artian-artian yang menguatkan iman  dan perjuangan Sang Penutup rangkaian kenabian beserta para pengikutnya.
Sobat, Ibnu Abbas menyatakan, “Al Qur’an  ini, 6000 ayatnya adalah kisah, 600 ayatnya berupa tanda  kebesaran Allah, 60 ayatnya aturan mu’amalah, dan 6 ayatnya  berisi hukum-hukum hudut. Maka  semua ulama  sepakat bahwa  bagian terbesar  dari kandungan  Al-Qur’an  adalah kisah. Kisah yang  menjadi  penjelasan  bagi kita tentang jalan yang lurus. Kisah yang menjadi petunjuk bagi kita  untuk meniti jalan yang lempeng.Kisah  yang  menjadi pembeda   bagi kita  untuk memisahkan jalan yang shahih dari jalan yang sesat. Kisah yang menjadi kabar gembira  dan peringatan  untuk teguh di jalan Allah. Kisah  menjadi cahaya  ketika mata batin kita terkaburkan debu yang hinggap di jalan kebenaran. Kisah yang menjadi penyembuh luka-luka kala hati kita dirancah duri di jalan kebajikan.
Ya Allah, susurkan  dan susulkan kami di jalan mereka yang kau beri nikmat itu. Ya Allah walau tak Kau kayakan kami seberlimpah Nabi Sulaiman As; karuniahi kami syukur  dan tawadhu’nya, yang hormati  semut serta burung hud-hud.
YA Allah, walau tak Kau beri kami daya raga dan keajaiban seperkasa Nabi Musa As, curahi kami  keberanian dan keteguhannya  memimpin kaum yang sering membuat kecewa.
Ya Allah, walau usia tak sepanjang nabi Nuh As, tegarkan kami dengan kegigihan dakwah  dan tekad bajanya  untuk terus menyampaikan  kebenaran dengan aneka cara.
Ya Allah, walau paras setampan Nabi Yusuf, kuatkan diri kami  menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga  mampu  membaikkan  negeri.
Ya Allah, walau keajaiban  tak selalu  menyertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti Nabi Isa As hingga tunduklah  musuh dalam cinta.
Ya Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelapnya lautan, hiasi  jiwa kami  dengan kepasrahan  Nabi Yunus  yang rintih doanya Kau dengarkan. Ya Allah, walau tak usah  mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin dan musibah; sejukkan  hati kami  dengan sabar  dan dzikir  seperti Nabi Ayyub yang tabah.
Ya Allah, walau ujian cinta tak seberat Nabi Ibrahim, bunda Hajar dan Sarah; limpahi  keluarga kami  dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah, dengan  keturunan  yang shalih dan shalihah.
Ya Allah, walau ibadah  tak seterpelihara Nabi Zakaria dan kesucian  tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi  kami  bakti  anak  mulia  seperti Yahya dan Isa.
Ya Allah, walau  belum  pernah  mencicipi surga bak Nabi Adam dan bunda Hawa; jadikan rumah kami  terasa surga  sebelum surga, terimalah taubat  atas segala dosa. Ya Allah, walau hidup  tak sepedeas-pedih warna-warni  hayat Nabi Ya’qub, jadikan kami  hanya mengadu pada-Mu semata, hingga  menampilkan kesabaran cantik  yang mencahaya.
Ya Allah, walau  tak harus lari  dan bersembunyi  sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami  keberanian dan  perlindungan  saat tegas  mengatakan Al-Haq di depan  tirani. Ya Allah, walau kerajaan tak  seluas  Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada Iman, membebaskan ummat serta  menebar manfaat.
Ya Allah, walau  jangan  sampai Kaukaruniahi pasangan mirip Fir’un, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisi-Mu di dalam surga.
Ya Allah, walau  persoalan hidup  tak sepelik  yang dialami Ibunda Musa, bisikkan selalu  kejernihan-Mu di firasat kami saat menghadapi musykilnya hari-hari.
Ya Allah, walau Ilmu dan kebijaksanaan  tak seutuh Luqman Al-Hakim; tajamkan  pikir  dan rasa  kami  untuk  mengambil ibrah di setiap kejadian.
Sobat, tugas hidup kita  adalah  mengemudi hati  menuju Allah di jalan yang lurus. Dan Pangkal kelurusan itu adalah hati  yang tak pernah berbelok dari Allah sebagai sesembahan yang haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya dan tenteramnya. Lurus, sebab hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya dan kebajikannya. Lurus, sebab hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik harapnya, dan getar  cintanya.
Salam dahsyat dan Luar biasa !
( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si. Penulis Buku The Power of Spirituality  dan Inspirasi Surat Al-Fatihah. www.faqihsyarif.net )



[1] Ialah: orang-orang yang Amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan Inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.

Sunday, June 11, 2017

Al-Qur'an adalah sumber keberkahan



Al-Qur’an  adalah sumber keberkahan

Sobat, dalam keberkahan, seisi bumi  adalah  tempat bersujud, samudera raya adalah air wudhunya, dan debu-debu  menjadi tayamum penggantinya. Setiap serba-serbi di seisi bumi mengandung kebaikan  yang bertingkat-tingkat. Ada yang umum, ada pula yang khusus.


Sobat,  kita semua  akan  mengalami tiga tahapan : Hari di mana kita dilahirkan, Hari di mana kita wafat dan Hari di mana kita akan dibangkitkan dan hidup abadi di akherat. Sebagaimana di sebutkan dalam QS Maryam ayat 33 :

“ dan Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaKu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".( QS  19 : 33)

Dan  momen penentuan apakah kita selamat di dunia dan di akherat adalah sangat ditentukan amal kita diantara Titik di mana kita dilahirkan dan titik di mana kita wafat itulah hidup di dunia yang singkat dan fana. Kalau 1 hari di akherat selama 50.000 tahun maka kalau kita dikasih umur 70 Tahun itu sama dengan 2 menit 1 detik menurut waktu akherat. Undangan kebaikan dari Allah di antara dua titik itu sangat banyak tinggal bagaimana kita meresponnya? Apalagi Allah telah memberikan manual book berupa petunjuk dan penjelas yaitu Al-Qur’an dan As-sunnah.

Sobat, Allah SWT adalah  sumber  dari segala  sumber  kebaikan, kelanggengan, dan berkembangnya nikmat dalam keberkahan hidup. Demikian pula firman-Nya  adalah gapaian tertinggi  manusia dalam  memburu  berkah. Allah sendiri yang menyebut Al-Qur’an  sebagai mubarak, yakni yang diberkahi  dan penuh keberkahan.  Ada 4 tempat penyebutan Mubarak untuk Al-Qur’an dalam pewahyuan.

Tempat pertama dan kedua  ada di QS  al-An’aam ayat 155 dan 92 :

“ dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” ( QS 6 : 155)

“ dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya[1] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” ( QS 6 :92)

Sobat, Al-Qur’an  menjelaskan  segala  sesuatu  yang dihajatkan manusia  bagi kemaslahatannya, secara duniawi maupun ukhrawi. Sungguh ia adalah wujud  rahmat Allah bagi hamba-hamba-Nya. Ia  menjadi  obat  penyembuh bagi penyakit hati maupun jasmani. Ia adalah  ruh yang  mengisi tiap  hidup yang penuh makna lagi bermanfaat.

Sobat, Imam Al-Alusi dalam tafsir Ruhul Ma’ani beliau menjelaskan “Al-Qur’an disebut Mubarak yaitu banyak  faedah  dan manfaatnya, yang berguna bagi  manusia dalam urusan dunia dan akheratnya, serta  mengandung ilmu dari orang yang terdahulu dan terkemudian.” Ibnu Qayyim mengatakan “ Al-Qur’an lebih berhak untuk menyandang nama Mubarak , yang penuh berkah karena disebabkan sempurnanya kebaikan di dalamnya dan berlimpah manfaat yang  mengalir darinya dalam berbagai segi.”

Tempat ketiga ada di QS Al-Anbiyaa’ ayat 50
 
“ dan Al Quran ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka Mengapakah kamu mengingkarinya?” (QS  21 : 50)

Benarlah wahai sobat, Al-Qur’an  menjadi sarana  Allah membimbingkan hidup yang paling hidup bagi hamba-Nya. Sejauh apa hati  kita akrab  dengan Al-Qur’an, sebesar itu pula daya hidup ruhnya  menghadapi berbagai ujian. Ruh  yang kurang asupan Al-Qur’an akan  sakit, dan yang tak pernah  mendapat  makanan dari sang firman akan sekarat. Maka Rasulullah adalah sehebat-hebat manusia dalam menanggung  beban  ujian untuk diri, dan bahkan beban-beban umatnya. Sebab di dalam dadanya, Al-Qur’an  itu hidup memesrai ruh  pengabdiannya. Subhaanallah!

Sobat, apakah kita tidak  mentadabburi Al-Qur’an? Sedangkan Abu bakar Ash-Shiddiq  pernah mengatakan “ Jika tali kekang untaku hilang, niscaya kan kutemukan  jawabnya di dalam kitabullah.”  Maka  apakah kita tidak  mentadabburi  Al-Qur’an ? padahal Umar Al-Faruq  menegaskan bahwa ialah penjawab  setiap tanya, penghapus segala syak, dan penepis  semua keraguan dalam dada.

Sobat, apakah kita  tidak  mentadabburi Al-Qur’an?  Sedangkan Ustman bin Affan menasihatkan, “ Seandainya hati kita bersih  dan berkesucian, takkan pernah kenyang  dan bosan kepada Al-Qur’an.” apakah kita  tidak  mentadabburi Al-Qur’an?   Sedangkan saydina Ali pintu kota ilmu  menyebutnya sebagai sebenar-benar ucapan, sedalam-dalam makna, sefasih-fasih kalam dan seindah-indah  ungkapan.

 
Tempat ke-empat ada di QS  Shaad ayat 29 :
“ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” ( QS 38 : 29)

Inilah Al-Qur’an  induk dari segala serba-serbi  kebaikan  dan keberkahan  seisi bumi. Kebenaran yang turun dan datang dengan benar, dan mengajak kepada kebanaran. Ia membedakan mana yang haq dan bathil. Cahaya yang menyingkap segala gelap dan menjelaskan semua hakekat. Inilah Al-Qur’an  yang jika suatu kaum  membaca dan  mengkajinya di rumah Allah; maka rahmat dicurahkan, malaikat menaungkan sayap-sayapnya, sakinah turun kedalam hati mereka dan Allah mengampuni segala dosanya.

Sobat, Inilah Al-Qur’an  yang al-Fatihahnya  menjadi pengasas  roka’at sholat kita, Al-Baqarahnya  gemerlap tak tertandingi oleh para penyihir, Ali ‘imrannya  bersinar, Al-Kahfinya  memberi cahaya, Al-Mulknya  memelihara  dari fitnah kubur, hingga al-ikhlas, al-falaq, dan An-naasnya  menjadi penjaga paripurna.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! Allahu Akbar !
( Spiritual motivator – DR.N.Faqih Syarif H,M.Si. Penulis buku The power of Spirituality – Meraih Sukses tanpa batas. www.faqihsyarif.net )  




[1] Ialah kitab kitab dan shahifah shahifah yang diturunkan sebelum Al Quran.


Prev

Ingin Punya Travel Haji Sendiri?

LiburanMurah.co